Buah Naga Berisi Belatung di Program MBG, SPPG Cijengkol Tuai Sorotan Warga
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Cijengkol kembali menjadi sorotan publik setelah ditemukan belatung di dalam buah naga yang dibagikan kepada penerima manfaat, Kamis (7/5/2026). Temuan tersebut memicu keresahan warga dan orang tua siswa karena makanan yang seharusnya mendukung pemenuhan gizi anak diduga disajikan dalam kondisi tidak layak konsumsi.
Insiden itu mencuat setelah seorang penerima manfaat membuka paket makanan MBG dan mendapati adanya belatung kecil di dalam potongan buah naga yang disajikan. Video temuan tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan memancing beragam reaksi dari masyarakat.
Warga menilai kejadian tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap kualitas makanan sebelum didistribusikan kepada siswa dan masyarakat penerima manfaat. Mereka mempertanyakan standar kebersihan dapur, kualitas bahan baku, hingga proses pemeriksaan makanan yang dinilai seharusnya dilakukan secara ketat. Ini makanan untuk siswa dan masyarakat. Seharusnya kualitas dan kebersihannya benar-benar dijaga. Jangan sampai program yang bagus justru menimbulkan kekhawatiran,” ujar salah seorang warga.
Sejumlah orang tua siswa juga mengaku khawatir apabila kejadian serupa kembali terulang. Mereka meminta pemerintah dan pengelola program melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan pengawasan makanan agar keamanan konsumsi benar-benar terjamin.
Saat dikonfirmasi awak media pada Kamis (7/5/2026), Noval dari SPPG Cijengkol Cipaku membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menyebut ulat buah ditemukan hanya pada satu ompreng dan pihaknya langsung melakukan penggantian makanan.
“Untuk menu tersebut memang ada temuan ulat buah di satu ompreng dengan jumlah satu. Kami langsung menggantinya dengan ompreng baru setelah menerima laporan dan konfirmasi dari pihak sekolah. Ke depan akan kami perbaiki lagi,” ujar Noval dalam keterangannya.
Meski demikian, masyarakat menilai langkah penggantian makanan saja belum cukup apabila tidak dibarengi dengan perbaikan sistem kontrol kualitas secara menyeluruh. Mereka berharap insiden ini menjadi evaluasi serius agar pengelolaan program MBG dilakukan lebih profesional dan higienis.
Program MBG yang digagas untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, kini menjadi perhatian publik. Warga berharap seluruh pihak terkait dapat memperketat pengawasan agar makanan yang dibagikan benar-benar aman dan layak dikonsumsi. ( Tim/Red )






