Lensafakta.com, Purwakarta || Jika kita berbicara soal desa, maka ada satu desa di wilayah Purwakarta, Jawa Barat yang jarang tersorot oleh media. Desa Gunungkarung yang secara geografis terletak di kecamatan Mani’is, Purwakarta, bagian ujung Selatan – Timur Purwakarta, berbatasan dengan kabupaten Cianjur.
Dibalik pemandangan alamnya yang masih elok dan asri, ada sekelumit problematika yang tidak pernah terekspose oleh media, mulai dari realisasi anggaran Dana Desa dari tahun ke tahun yang dinilai berantakan, dana BLT, sektor ketahanan pangan hewani dan nabati, tidak ada keterbukaan hingga polemik terkait Bumdes yang diduga sarat akan unsur nepotisme.
Namun, entah kenapa hingga saat ini jarang ada media yang memberitakan terkait desa tersebut. Sabtu, 8/11/2025. Kuatnya dugaan intimidasi dari sang Kepala Desa (Kades), Endang Fajar, kepada warga yang melaporkan terkait bobroknya pemerintah desa hingga ditengarai banyak rapor merah pemerintah desa yang hingga kini terkesan di tutup-tutupi.
Salah satu warga yang ingin identitasnya dirahasiakan menuturkan, dulu bahkan sang Kades pernah berurusan dengan proses hukum ke unit tipikor, namun entah kenapa selalu lolos dari jeratan. Bahkan inspektorat pun seakan tak mampu menyentuhnya, kenapa?
Terlepas dari itu semua, jika kita berbicara dengan akal dan logika, harusnya setiap pemerintah desa tidak perlu menutup rapat terkait kinerja pemerintahannya, zaman sekarang serba terbuka, setiap warga memiliki hak untuk memantau, mengawasi bahkan mengaudit hingga keberlangsungan pemerintahan disetiap desanya, disahkannya UU-Keterbukaan Informasi Publik (KIP) adalah satu bentuk keseriusan pemerintah pusat dalam melibatkan seluruh elemen untuk mencapai pemerintahan yang bersih dari unsur korupsi, kolusi dan nepotisme. (RR/Red)




