Lensafakta.com, Purwakarta || Seorang Balita perempuan 1 tahun 6 bulan (RO) kejang-kejang setelah disuntik oleh seorang bidan berinisial LM pada saat imunisasi Posyandu daerah Kecamatan Campaka, Purwakarta. RO oleh orang tuanya diketahui sedang melakukan imunisasi rutin. Senin, 11/Mei/2026.

Diketahui RO (1,5 tahun) disuntik sekitar pukul 9:00 tak lama kemudian, RO mengalami kejang dan sempat tak sadarkan diri. Orang tua RO yang panik awalnya membawa RO ke Puskesmas Campaka, lalu oleh pihak Puskesmas pun di rujuk ke RS Bhakti Husada yang juga berada di daerah Cikumpay, Campaka, Purwakarta. RO langsung mendapatkan penanganan medis di IGD dan harus dirawat.

Ketika dikonfirmasi oleh Lensafakta.com kepada bidan yang bersangkutan melalui pesan WhatsApp bidan LM pun menjawab dengan kronologi yang sama dan memberikan sanggahan

“Untuk pemberian imunisasi sebenarnya sudah sesuai Standar pelayanan yaitu usia 19 bulan diberikan imunisasi MR + Dpt boster (dengan efek samping demam)”

“(RO) Disuntik di jam 08.58 dan terjadi kejang pada jam 09.10. Kami berikan penanganan awal dengan membawa anak ke puskesmas, dari puskesmas kami bawa dirujuk ke rumah sakit Bhakti Husada” pungkasnya.

LM melanjutkan, “Untuk pelaporan KIPI (Kejadian Pasca Imunisasi) sudah kami laporkan ke Dinas Kesehatan dan untuk anak tersebut sudah mendapat penanganan di Rumah Sakit, kami juga ikut memantau dari puskesmas”.

Kejang setelah imunisasi merupakan kasus yang memang jarang terjadi, namun pada beberapa kasus terkadang reaksi pada tubuh balita memang berbeda – beda. Selama tenaga medis (dokter/bidan) melakukan skrining, memberikan vaksin sesuai jadwal, dan sesuai standar operasional, kejadian ini dianggap sebagai risiko medis/reaksi tubuh.

Kami sebagai sosial kontrol berharap agak Dinas Kesehatan lebih ketat dalam mengawasi hal ini, jika memang ditemukan adanya dugaan kesalahan dalam penanganan medis (malpraktik) maka tentunya ini menjadi atensi agar tidak terjadi kepada balita lainnya. (Rendy)