Sabtu, 21 September 2019
Nasional

Dua Bulan Kemarau, Tak Ada Kekhawatiran Soal Produksi Tanaman Pangan

Dua Bulan Kemarau, Tak Ada Kekhawatiran Soal Produksi Tanaman Pangan (lensafakta.com)
Dua Bulan Kemarau, Tak Ada Kekhawatiran Soal Produksi Tanaman Pangan (lensafakta.com)
69views

Malang, Jawa Timur – Pemerintah Kabupaten Malang mengungkapkan bahwa sampai saat ini, produksi tanaman pangan terutama di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, belum mengalami hambatan akibat musim kemarau seperti saat ini.

​​Pada hari Sabtu (29/6/19), Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang Budiar Anwar, menyatakan bahwa, menurut hasil pantauan yang dilakukan, belum ada laporan terjadinya kekeringan lahan sampai sekarang.

“Tidak ada kekhawatiran soal produksi dari tanaman pangan, Dua bulan kemarau ini, belum ada efek terjadi kekeringan,” papar Budiar Anwar, di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Budiar Anwar menegaskan, bahwa dari pengamatan langsung di lapangan oleh dinas terkait, sumber air sekarang dilaporkan masih dalam keadaan yang baik, dan bisa menyiapkan air untuk kebutuhan tanaman pangan yang ada.

Untuk wilayah Kabupaten Malang, berbagai jenis tanaman pangan yang biasa ditanam oleh para petani merupakan padi dan jagung. Terutama untuk padi, luas lahan yang disiapkan dari jaringan irigasi tercatat seluas 45.880 hektare.

Dua Bulan Kemarau, Tak Ada Kekhawatiran Soal Produksi Tanaman Pangan (lensafakta.com)
Dua Bulan Kemarau, Tak Ada Kekhawatiran Soal Produksi Tanaman Pangan (lensafakta.com)

“Yang terpengaruh sawah tadah hujan, namun, petani sudah mengatur pola tanam, Sedangkan untuk lahan yang menerima air dari saluran irigasi, tidak ada kendala,” ujar Budiar Anwar.

Untuk wilayah Kabupaten Malang, sejumlah sentra penghasil padi antara lain merupakan Kecamatan Sumberpucung, Kecamatan Kepanjen, Kecamatan Pagelaran, Kecamatan Turen, Kecamatan Singosari, hingga Kecamatan Pakisaji.

Disisi lain, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang Slamet Budi Samsul juga mengatakan, bahwa sampai saat ini tidak ada wilayah yang mengalami kekeringan.

“Ada tanaman yang tidak tumbuh maksimal, lantaran kurang air, Para petani juga menunda tanam sebab tidak ada air,” ucap Slamet Budi Samsul.

Usaha yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Malang dalam menghadapi musim kemarau kali ini yakni dengan memberikan pengairan bergilir, setta menggunakan saluran irigasi yang tersedia.

Menurut hasil pemetaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, ada kurang lebih sekitar 566 desa di wilayah Jawa Timur yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau di tahun 2019.

Sebanyak 566 desa itu  terpencar di 180 kecamatan yang ada di 24 kabupaten kota, yang diantaranya yakni di Kabupaten Sampang sebanyak 67 desa, Kabupaten Tuban 55 desa, serta Kabupaten Pacitan, Ngawi, serta Lamongan sebanyak 45 desa.