Senin, 17 Juni 2019
NasionalPolitik

Investigasi Korban Kerusuhan 22 Mei Harus Jadi Prioritas Negara

Investigasi Korban Kerusuhan 22 Mei Harus Jadi Prioritas Negara (lensafakta.com)
Investigasi Korban Kerusuhan 22 Mei Harus Jadi Prioritas Negara
21views

Wakil Ketua Komite I DPD RI yang membidangi politik, hukum, dan HAM, Fahira Idris meminta dilakukan investigasi menyeluruh dan khusus terhadap anak-anak korban meninggal pada kerusuhan 22 Mei 2019. Saat ini, investigasi tersebut harus menjadi prioritas negara.

Fahira mengatakan, hal tersebut merujuk pada konstruksi hukum Indonesia, dimana anak-anak dilindungi oleh undang-undang khusus yaitu Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak yang merupakan Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Semua korban yang meninggal harus mendapat keadilan. Namun, untuk korban anak, ada undang-undang khusus yang melindungi mereka. Oleh karena itu investigasi dan penanganannya juga harus khusus. Siapapun pelaku yang telah menghilangkan nyawa anak-anak ini harus dijerat pasal berlapis salah satu dengan pasal yang ada di Undang-Undang Perlindungan anak yang sanksi pidananya sangat tegas,” kata Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (28/5/2019).

Wakil Ketua Komite I DPD RI, Fahira Idris (lensafakta.com)
Wakil Ketua Komite I DPD RI, Fahira Idris

Diungkapkan Fahira, satu-satunya cara memenuhi keadilan atas jatuhnya korban meninggal pada kericuhan 22 Mei di mana diantaranya terdapat anak-anak adalah negara mampu menangkap pelaku kekerasan dan menyeretnya ke pengadilan. Tanpa itu semua, mustahil keadilan dapat ditegakkan dan kasus ini akan terus menjadi catatan kelam bangsa ini.

Jika dibanding kasus kekerasan lain, ujar Fahira, pengungkapan pelaku kekerasan terhadap anak-anak pada kericuhan 22 Mei, tidaklah sederhana dan mudah. Tetapi, sesulit apapun negara harus mampu mengungkap siapa pelaku kekerasan yang sudah begitu tega membunuh anak-anak yang harusnya mendapat perlindungan dalam situasi-situasi yang tidak kondusif seperti yang terjadi pada 22 Mei lalu.

Fahira juga menegaskan, kunci pengungkapan kasus ini adalah dilakukan secara proporsional dan transparan.

“Memang tidak mudah mengungkapnya, tetapi negara tidak ada pilihan lain selain menyeret pelaku ke meja pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Keluarga korban dan rakyat Indonesia berhak tahu kekerasan seperti apa yang menimpa anak-anak ini hingga sampai meninggal dan siapa pelakunya. Kuncinya harus proporsional dan transparan agar mendapat dukungan publik,” tegas Fahira yang juga akivitas perlindungan anak ini.

Diketahui, delapan orang meninggal dalam kericuhan yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu. Adapun, korban meninggal diantaranya adalah anak-anak yaitu Muhammad Harun Al Rasyid (14 tahun) dan Reyhan Fajari (16 tahun).

Leave a Response