Rabu, 23 Oktober 2019
EkonomiNasional

Miris, Pasar Pangan RI Hampir 100% Dikuasai Kartel

Miris, Pasar Pangan RI Hampir 100% Dikuasai Kartel (lensafakta.com)
Miris, Pasar Pangan RI Hampir 100% Dikuasai Kartel
91views

Pasar pangan di Indonesia hampir 100% dikuasai oleh kegiatan kartel atau monopoli. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas).

Menurut Buwas, saat ini produk-produk pangan Bulog hanya mengusai pasar sebesar 6%, sedangkan sisanya 94% dikuasai oleh kartel. Hal tersebut tentu saja merugikan masyarakat.

“Karena 94% pasar bebas di masalah pangan dikuasai kartel-kartel, Bulog negara hanya menguasai 6%,” kata Buwas di Gedung Bulog, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Oleh karena itu, Buwas berencana untuk melakukan sinergi pengelolaan antar kementerian dan lembaga untuk mengurangi praktik kartel di pasaran. Ia mencontohkan program Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mesti membeli beras milik Bulog.

“Tentunya harus pemerintah semua yang mengelola sehingga nggak timbul kartel-kartel baru. Kalau nggak dikasih supply beras semua ke Bulog, maka yang pertama Bulog bakal stuck,” ungkapnya.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas) (lensafakta.com)
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas)

Selain daripada itu, Buwas juga memprediksi tanpa adanya sinergi, perdagangan di pasar akan menjadi luar dan bebas. Sehingga masyarakat akhirnya yang bisa dirugikan.

Kedua, terjadi pasar bebas di lapangan dan kualitas tak terjamin dan akhirnya bebas dan kualitas murah dan ada permintaan orang dong manfaatkan ajang bisnis dan itu sudah terbukti,” jelasnya.

Buwas juga mengungkapkan, pihaknya saat ini juga telah menangkap sejumlah pengusaha yang melakukan kartel. Karena, baginya kepentingan petani dan masyarakat merupakan nomor satu.

Namun sayangnya, kegiatan ini untuk untuk sementara ditunda lantaran situasi politik yang tengah panas dan bergejolak.

“Sudah (kartel ditangkap). Tetapi karena situasi nggak bisa, situasi politik ini kita slow dulu. Bulog jelas orangnya, gampang kalau kita sampaikan masyarakat secara terbuka ngerjain petani dan masyarakat pasti akan dibunuh. Masyarakat kalau buka saja, kartel-kartel ini ada hukum kita lembah dibuka saja namanya padahal ini kan masalah perut,” pungkas Buwas.

Lebih lanjut, Buwas juga menjelaskan, bahwa kegiatan kartel mampu menaikkan harga pangan sehingga mendorong laju inflasi. Sehingga ia berharap agar kegiatan kartel dapat berkurang.