Sabtu, 21 September 2019
NasionalPolitik

Himbauan BPN Prabowo Kepada Massa Ifthor Akbar 212

Himbauan BPN Prabowo Kepada Massa Ifthor Akbar 212 (lensafakta.com)
Himbauan BPN Prabowo Kepada Massa Ifthor Akbar 212
62views

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, mengimbau kepada massa yang akan mengikuti Ifthor Akbar 212 pada 22 Mei 2019 agar menjalankan aksi secara damai. Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Andre Rosiade.

Andre mengatakan, himbauan itu agar kegiatan tersebut tetap konstitusional dan tidak dapat diperkarakan oleh kepolisian. Dan juga agar masyarakat tetap menjaga ketentraman, ketertiban, dan tidak anarkis.

“Undang-undang kita mengatur demonstrasi itu boleh. Yang penting bikin surat ke polisi, kasih surat pemberitahuan, damai, tidak anarkis, dan kondusif. Itu boleh. Jadi demo itu gak makar,” kata Andre dalam diskusi Polemik, di D’consulate Resto, Jakarta, Sabtu 18 Mei 2019.

Wakil Sekjen Partai Gerindra ini menilai, gerakan 22 Mei merupakan sebuah dinamika dalam demokrasi. Hal tersebut adalah wajar. Andre pun yakin baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dapat menerima demonstrasi semacam itu.

Himbauan BPN Prabowo Kepada Massa Ifthor Akbar 212 (lensafakta.com)
Himbauan BPN Prabowo Kepada Massa Ifthor Akbar 212

Sebelumnya, rencana aksi ini direncanakan oleh Persaudaraan Alumni 212. Mereka akan menggelar Ifthor Akbar 212 pada 21 dan 22 Mei 2019 untuk menuntut Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar menghentikan pengumuman hasil penghitungan suara (situng). Aksi ini rencananya digelar langsung di depan kantor KPU.

“Tuntutan agar KPU stop mengumumkan hasil penghitungannya. Karena sudah dipastikan akan mengumumkan untuk kemenangan 01 (Jokowi – Ma’ruf Amin). Karena diduga kuat telah melakukan kecurangan yang tersistem,” kata juru bicara PA 212, Novel Bamukmin, saat dihubungi Kamis, 16 Mei 2019.

Selain mengimbau kepada masyarakat, Andre pun mengharapkan kepada aparat keamanan agar tidak terlalu responsif, dan menggunakan pasal makar terhadap aksi-aksi semacam ini. Menurut dia, penggunaan pasal makar terlalu berlebihan.

Andre juga menuturkan, BPN tidak bertolak belakang dengan aksi ini selama berjalan konstitusional. Ia mengatakan, BPN sudah berkomitmen untuk menyelesaikan sengketa pemilu lewat jalur konstitusi.

Adapun saat ini upaya tersebut, kata Andre merupakan laporan-laporan dugaan kecurangan ke Bawaslu. Sementara untuk menggugat hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK), belum mereka pikirkan. “Karena ke MK waktunya nanti setelah tanggal 22 Mei. Sementara ini di Bawaslu,” pungkas Andre.

Karena itu, BPN menghimbau kepada massa yang akan mengikuti Ifthor Akbar 212 pada 22 Mei mendatang agar menjalankan aksi secara damai. Semoga kegiatan tersebut dapat berjalan baik dan lancar serta apa yang menjadi harapan rakyat dapat terwujud dengan izin Allah Yang Maha Esa.