Senin, 26 Agustus 2019
NasionalPolitik

Prabowo: Tak Usah Takut-Takuti Kami Dengan Makar

Prabowo: Tak Usah Takut-Takuti Kami Dengan Makar (lensafakta.com)
Prabowo: Tak Usah Takut-Takuti Kami Dengan Makar
57views

Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bersama Badan Pemenangan Nasional (BPN), menolak hasil perhitungan suara pemilu presiden yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso meminta perhitungan KPU dihentikan.

BPN mengatakan, telah mengirim surat kepada KPU untuk meminta dan mendesak agar menghentikan sistem perhitungan suara di KPU. Karena pemilu telah berjalan dengan penuh kecurangan.

Sandiaga pun menyinggung persoalan politik uang hingga pejabat yang diduga terlibat memenangkan calon tertentu. Dia juga curiga ada dugaan pelibatan pejabat tinggi BUMN memenangkan paslon tertentu.

“Penjuru tanah air, masyarakat disuguhi cerita tsunami amplop politik uang yang dikawal aparat keamanan. Rakyat sebagai pemilih kedaulatan dipaksa atau setengah dipaksa memilih yang memberikan iming-iming uang,” ujarnya.

Calon Wakil Presiden, Sandiaga Salahuddin Uno (lensafakta.com)
Calon Wakil Presiden, Sandiaga Salahuddin Uno

Sandiaga mengatakan, ada juga kepala desa dan aparat yang digerakkan pasangan calon tertentu dengan ancaman. Kemudian, Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang bermasalah dan tidak ada solusi.

Selain itu, kotak suara mudah dijebol, dibakar, hingga terkena banjir. Sandiaga juga mengkritisi kesalahan dalam situng KPU. Ada puluhan ribu kekeliruan, tetapi tetap dipergunakan dengan alasan situng bukan untuk tentukan hasil akhir.

“Sebanyak 6,5 juta orang tak memperoleh undangan pemilih, intimidasi saksi pasangan 02 di daerah tertentu. Ini sebabkan perolehan kami nol,” ungkapnya.

Sementara itu, Prabowo mengatakan akan terus memperjuangkan keadilan demi rakyat Indonesia. Disinggung juga soal banyaknya kecurangan yang terjadi dalam pemilu 2019. Kemudian, Prabowo akan mengumpulkan tim ahli dan tim hukum, dan rencananya akan menulis surat wasiat jika terjadi kemungkinan terburuk.

Menurut Prabowo, Pemerintah tidak perlu menakut-nakuti rakyat dengan tuduhan makar. Karena diantara rakyat yang memperjuangkan keadilan, terdapat Jenderal yang dahulu membela NKRI sehingga tidak mungkin dituduh makar.

“Enggak usah nakut-nakuti kita dengan makar-makar. Orang-orang ini bukan makar, jenderal-jenderal ini sudah mempertaruhkan nyawanya sejak lama, mereka tidak makar. kita membela bangsa dan negara republik indonesia. Jangan takut-takuti kita dengan senjata yang diberikan oleh rakyat,” tegasnya.

Prabowo juga masih menunggu itikad baik dari pemerintah dan penyelenggara pemilu untuk menyadari kesalahannya. Menurut Prabowo, saat ini kedaulatan ada di tangan rakyat.