Minggu, 26 Mei 2019
NasionalPolitik

Sandiaga Ungkap ‘Tsunami Amplop Politik Uang’ Di Jateng Dan Jatim

Sandiaga Ungkap 'Tsunami Amplop Politik Uang' Di Jateng Dan Jatim (lensafakta.com)
Sandiaga Ungkap 'Tsunami Amplop Politik Uang' Di Jateng Dan Jatim
17views

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengungkap telah terjadi tsunami politik uang yang dikawal oleh aparat pemerintah dan keamanan pada Pemilu 2019. Hal tersebut terutama terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Demikian disampaikan Sandiaga saat acara “Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019” di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (14/05/2019) sore.

“Dari berbagai penjuru tanah air terutama di Jateng dan Jatim masyarakat disuguhi banyak cerita, bagaimana gelombang tsunami amplop politik uang yang dikawal oleh aparat pemerintah bahkan aparat keamanan,” katanya.

Adapun, perolehan suara Prabowo-Sandiaga di Jateng dan Jatim kalah telak dari Jokowi-Ma’ruf. Pasangan Prabowo-Sandi tertinggal sekitar 19 juta suara.

Sandiaga menyebut, ia mendapat laporan bahwa kepala desa dan kepala pemerintahan dipaksa untuk memenangkan pasangan calon presiden tertentu. Ancamannya, kata dia, tindakan hukum.

Sandiaga Ungkap 'Tsunami Amplop Politik Uang' Di Jateng Dan Jatim (lensafakta.com)
Sandiaga Ungkap ‘Tsunami Amplop Politik Uang’ Di Jateng Dan Jatim

“Di sana sini kami mendengar laporan bagaimana kepala desa kepala pemerintahan dipaksa menggerakan pemerintah untuk memilih paslon tertentu, dengan ancaman tindakan hukum,” ucapnya.

Selain itu, Sandiaga juga mengungkapkan kasus ditemukannya barang bukti ratusan ribu amplop berisi uang.

“Diketahui amplop itu akan digunakan untuk serangan ‘fajar’. Dalam persidangan terungkap penyiapan amplop itu melibatkan pejabat tinggi BUMN dan pejabat tinggi pemerintahan,” ungkapnya.

“Ini adalah puncak gunung es politik uang yang telah mencederai demokrasi kita,” lanjutnya.

Namun demikian, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengakui tidak memiliki bukti yang konkret karena sulit mencarinya.

“Kami harus akui mencari bukti praktik politik uang ini bukanlah hal yang mudah. Tapi marilah kita jujur mengakui bahwa praktik-praktik kotor ini memang terjadi,” tutur Sandiaga.

Lebih lanjut, Sandiaga bercerita kerap dipersulit saat melaporkan kejanggalan dan ketidakadilan kepada penyelenggara Pemilu. Seperti penolakan terhadap penggunaan bahan kotak suara dan masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Saat kampanye, Sandiaga mengaku dipersulit masalah izin. Pemerintah daerah juga memberikan tempat kampanye yang sulit dijangkau. “Tentu saja semua berlangsung dalam lingkungan pengelolaan yang cenderung berat sebelah. Membiarkan pelanggaran terjadi di mana mana,” pungkasnya.

Leave a Response