Senin, 26 Agustus 2019
NasionalPilpres 2019Politik

Ini Isi Amanah Dr. Abdullah Hehamahua Untuk Ijtima Ulama III

Ini Isi Amanah Dr. Abdullah Hehamahua Untuk Ijtima Ulama III (lensafakta.com)
76views

Bogor – Seperti yang telah di jadwalkan, bagian dari Ulama dan juga Tokoh Ummat telah melakukan Ijtima Ulama III yang berlokasi di Sentul, Bogor, pada (1/5/2019). Dr. Abdullah Hehamahua, Mantan Penasehat KPK RI, menyampaikan sejumlah pesan untuk mengikutinya.

Sejumlah Usulan di berikan untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno dan juga untuk Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, sebagai berikut:

1. Seluruh peserta Ijtima Ulama 3, saat kembali ke daerah masing-masing, langsung menjalankan Ijtima di daerah masing-masing sembari memasang baliho kemenangan paslon 02.

2. Ulama bersama BPN Prabowo-Sandi daerah, Kopasandi serta relawan memberitahukan hasil pilpres di daerah masing-masing dengan disertakan fotocopy formulir C1 ke Bawaslu/Panwaslu di daerah masing-masing.

3. Meminta Bawaslu serta Panwaslu secepatnya menginstruksikan KPU/KPUD untuk menghentikan sementara input data hasil pilpres di Situng KPU setelah itu diaudit oleh investigator independen. Kemudian, input data hasil pilpres dimulai dari nol yang dilakukan oleh KPU/KPUD seluruh indonesia dan dilihat langsung oleh saksi-saksi wakil parpol peserta pilpres/pileg. Untuk input data nasional oleh KPU, dilakukan di GBK dengan menyiarkan secara langsung di layar raksasa untuk disaksikan oleh seluruh rakyat indonesia. Hal yang sama bisa dilakukan di kabupaten/kota/provinsi.

Ini Isi Amanah Dr. Abdullah Hehamahua Untuk Ijtima Ulama III
Ini Isi Amanah Dr. Abdullah Hehamahua Untuk Ijtima Ulama III (lensafakta.com)

4. Usai menyampaikan hasil-hasil pilpres juga kecurangan KPU/KPUD ke Bawaslu/Panwaslu, segera laporkan pidana pemilu yang dilakukan KPU/KPUD ke mabes polri/komdak/polres/polsek seluruh indonesia.

5. Ulama/BPN/Kopasandi/relawan mendatangi semua dubes yang ada di Jakarta, memberitahukan hasil pilpres yang riil serta memberitahukan kecurangan pilpres 2019 yang terjadi selama ini.

6. Laporkan pidana pemilu serta kejahatan HAM ke lembaga HAM internasional agar pemerintah indonesia, terutama KPU diadili di mahkamah internasional.

7. Tuntut MK serta pihak-pihak terkait untuk mendiskualifikasi pasangan calon presiden dan wakil presiden kubu Petahana serta secepatnya menetapkan Prabowo-Sandi menjadi pemenang pilpres 2019.