Senin, 17 Juni 2019
NasionalPilpres 2019Politik

Prabowo : Jembatan Rp. 100 M Dibilang Rp. 200 M, Ini Perampokan !

Prabowo : Jembatan Rp. 100 M Dibilang Rp. 200 M, Ini Perampokan ! (lensafakta.com)
44views

Jakarta – Calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto membahas, soal markup atau pembengkakkan nilai proyek. Dia memberi ilustrasi seperti soal pembangunan jembatan. Mulanya, Prabowo membahas soal Pancasila adalah landasan negara.

Dia menilai, jika Pancasila ditegakkan secara total, akan bisa menjamin keberhasilan bangsa ini. Hal itu di sampaikan oleh Prabowo saat berada di Balai Kartini, Jakarta, pada (11/4/2019).

“Kita mau hidup damai, tapi kita mau hidup secara Pancasila, kita mau hidup dengan kehormatan, kita mau hidup dengan demokrasi, kita mau hidup dengan keadilan sosial. Hanya keadilan, demokrasi, persatuan dan tentunya ketuhanan,” ungkap Prabowo.

“Hanya itu yang bisa menjamin negara kita berhasil. Kita mau menjamin dan berhasil. Kita harus hidup sebagai bangsa yang berhasil, bukan bangsa yang gagal,” imbuh Prabowo.

Prabowo menjelaskan, jika dia melihat kecondongan demokrasi sekarang ini dapat diatur-atur. Dia menyatakan, bahwa bangsa ini sebaiknya membenahi diri.

“Jadi, Saudara-saudara, kalau ada anggapan bahwa demokrasi bisa diatur-atur dan ini saya lihat ada kecenderungan di bangsa kita. Kita harus koreksi diri. Ada budaya curang di bangsa kita ini. Harus jujur. Benar tidak?” tuturnya.

Prabowo : Jembatan Rp. 100 M Dibilang Rp. 200 M, Ini Perampokan !
Prabowo : Jembatan Rp. 100 M Dibilang Rp. 200 M, Ini Perampokan ! (lensafakta.com)

Mantan Danjen Kopassus itu, kemudian memberi contoh dari budaya curang itu. Dia berbicara soal ujian sekolah yang terkadang, di nilainya telah bocor.

“Bagaimana, coba kita lihat sepakbola nasional. Kita tahu sama tahu, banyak pertandingan belum mulai, kita sudah tahu golnya berapa. Betul?” kata Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga mengimbau, agar budaya tersebut dapat dikurangi, sebab mendorong adanyak praktik korupsi. Dan dari situlah dia memberi contoh terkait markup dana pembangunan jembatan.

“Proyek dibuat-buat, proyek di-markup, digelembungkan. Jembatan Rp 100 miliar dibilang Rp 200 miliar. Ini yang namanya perampokan. Jadi kalau saya bicara begini, terus ada yang tanya mana buktinya, buktinya ada di KPK, di BPK, di mana-mana,”  pungkas Prabowo.