Sabtu, 21 September 2019
NasionalPilpres 2019Politik

PADI Jaya Baya Ungkap Potensi Kecurangan Pilpres 2019 Cukup Besar

PADI Jaya Baya Ungkap Potensi Kecurangan Pilpres 2019 Cukup Besar (lensafakta.com)
1.04Kviews

Jakarta – Ada sekitar 300 perwakilan dari relawan pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno (PADI) Jaya Baya secara resmi melakukan deklarasi dukungan untuk Prabowo-Sandi di Pemilu 2019 mendatang. Deklarasi dukungan untuk Prabowo-Sandi itu, di langsungkan di Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Jl. Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, pada 21/02/2019.

Ketua dari PADI Jaya Baya, Firman mengungkapkan, deklarasi yang di buatnya hanya formalitas saja, tetapi timya akan memantau sampai pada saat pencoblosan 17 April 2019 dan melindungi kotak-kotak suara sampai penghitungan di langsungkan. Hal itu di sampaikan olehnya di depan alumni Universitas Jaya Baya.

“Potensi terjadi kecurangan cukup besar. Mereka memiliki sistem dan alat negara untuk melakukan kecurangan. Mari kita bersama-sama memenangkan Prabowo-Sandi di pilpres nanti,” ungkap Firman.

Di lokasi yang sama, Ketua Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Muhammad Taufik, menjelaskan informasi yang di ungkapkan oleh calon presiden dari kubu Petahana di dalam debat Capres 2019 kedua pada 17/02/2019, adalah informasi yang tidak sah. Dan menurutnya, hal tersebut berbahaya, sebab sejajar presiden memberikan informasi yang tidak benar di dalam debat tersebut.

“Ini sangat berbahaya karena setingkat presiden mempublikasikan data tidak benar dalam debat kandidat,” jelasnya.

PADI Jaya Baya Ungkap Potensi Kecurangan Pilpres 2019 Cukup Besar
PADI Jaya Baya Ungkap Potensi Kecurangan Pilpres 2019 Cukup Besar (lensafakta.com)

Dia mengatakan, dukungan dari PADI Jaya Baya adalah energi baru untuk memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno di Pilpres 2019 mendatang. Kemudian dia menuturkan, jika negara ini ingin berubah harus mengganti Presiden, karena hal itu sudah di pelajarinya.

“Bangsa ini kalau mau berubah harus ganti Presiden. Ini telah saya pelajari,” kata Ketua DPD Partai Gerindra DKI itu.

Dia menilai, bahwa bila Jaya Baya telah turun untuk mengubah Presiden bukan persoalan sulit. Apalagi, mahasiswa dan juga alumni Jaya Baya telah terbiasa untuk menjatuhkan rezim dengan cara yang konstitusional.

“Kalau alumni Jaya Baya terlibat langsung, saya berkeyakinan Prabowo menang,” tutup Firman.