Selasa, 16 Juli 2019
EkonomiNasionalPilpres 2019

Dengan Ini Prabowo-Sandi Akan Perhatikan Stabilitas Harga Pangan

Dengan Ini Prabowo-Sandi Akan Perhatikan Stabilitas Harga Pangan (lensafakta.com)
134views

Jakarta – Pasangan calon presiden dan wakil presiden Koalisi Adil Makmur Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno berjanji untuk meringankan rantai penyaluran bahan pangan. Maksudnya, untuk memperhatikan kestabilan harga dan juga meyakinkan harga tetap dapat di jangkau oleh masyarakat.

Tim Ekonomi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Arie Muftie menuturkan, sulitnya rantai penyaluran produk pangan menjadi salah satu faktor mengapa harga tinggi di pasaran. Oleh sebab itu, Timnya akan berusaha untuk membentuk rantai penyaluran yang sederhana, terbuka dan juga berkeadilan. Hal itu di sampaikan olehnya dalam kegiatan diskusi Indonesia Paska Jokowi ‘Masalah Ekonomi & Kedaulatan Pangan, Apa Solusinya?’ di Media Center Prabowo-Sandi di Jl. Sriwijaya, Jakarta Selatan, pada 13/2/2019.

“Sehingga harga pangan stabil dan terjangkau. Kami banyak dengar cerita masyarakat yang mengeluh harga sembako mahal. Apa yang kami temui di 1.161 titik kunjungan itu riil, tapi pemerintah selalu berlindung dengan angka-angka, mereka menyebut bahwa inflasi terjaga,” tutur Arie.

Bukan hanya membentuk rantai distribusi sederhana dan berkeadilan, Prabowo-Sandi pun berjanji untuk tidak membuat impor pangan terutama ketika panen. Menurut Arie, banyaknya impor pangan di pemerintahan saat ini sebagai slaah satu faktor nilai tukar petani melemah di bandingkan dengan pada masa SBY.

Dengan Ini Prabowo-Sandi Akan Perhatikan Stabilitas Harga Pangan
Dengan Ini Prabowo-Sandi Akan Perhatikan Stabilitas Harga Pangan (lensafakta.com)

“Banyak petani yang justru tidak gembira saat jelang panen, mereka was-was, takut kalau harga komoditas yang mereka tanam tiba-tiba anjlok saat panen akibat impor,” jelas Arie.

Arie meambahkan, bahwa peraturan mencabut impor pangan pun di jalankan untuk mengatasi mafia pangan yang semakin banyak mulai setelah reformasi.

“Kami menilai problem yang sedemikian kompleks di ekonomi ini bukan problem sektoral, tapi problem fundamental, problem kepemimpinnan nasional. Jadi aneh, bahwa seorang presiden membiarkan meterinya melakukan impor gila-gilaan di saat petani sedang panen,” pungkas Arie.

Di harapkan dengan seperti itu, Prabowo-Sandi bila nantinya terpilih dalam Pilpres 2019 mendatang, dapat memperbaiki masalah pangan dan juga perekonomian masyarakat Indonesia.