Senin, 26 Agustus 2019
NasionalPilpres 2019Politik

Hasil Survei Celebes : Prabowo-Sandi Menang Di Kelompok Pengusaha

Hasil Survei Celebes : Prabowo-Sandi Menang Di Kelompok Pengusaha (lensafakta.com)
116views

Jakarta – Berdasarkan hasil Survei Nasional Pemilihan Presiden 2019 yang baru dari Celebes Research Center (CRC) mendapati bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno menang dari pasangan calon presiden dan wakil presiden kubu Petahana di golongan pemilih kelompok pengusaha yakni sebesar 81,8%. Prabowo-Sandi pun menang di pemilih kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sebesar 42,9 persen sementara kubu Petahana hanya 28,6 persen.

Terkait dengan hal itu, Anggota BPN Prabowo-Sandi, Anggawira mengungkapkan, bahwa keadaan ekonomi pada saat ini membebankan. Bukan hanya itu, peratura pemerintah terkait dengan hal ekonomi tidak memberikan efek positif untuk golongan pengusaha. Hal itu di sampaikan oleh Anggawira dalam keterangan tertulis pada 11/02/2019.

“Saya rasa survei ini mencerminkan bahwa para pengusaha menilai kondisi Bangsa ini secara ekonomi cukup berat. Kebijakan ekonomi pada era pemerintahan Jokowi saat ini pun tidak memberikan dampak positif bagi pengusaha,” ungkap Anggawira.

Anggawira yang juga sebagai ketua dari salah satu organisasi pengusaha tersebut menjelaskan, bahwa bila peraturan ekonomi yang dulu sangat bernilai, namun sekarang malah sangat sesekali di alami oleh para pengusaha.

“Padahal para pengusaha yang tergabung dalam Kadin ikut di dalam Pokja yang dibentuk pemerintah untuk mengawal PKE [Paket Kebijakan Ekonomi]. Namun, perlahan-lahan semangat reformasi ekonomi ini turun,” jelas caleg DPR RI Dapil Jabar VIII ini.

Hasil Survei Celebes : Prabowo-Sandi Menang Di Kelompok Pengusaha
Hasil Survei Celebes : Prabowo-Sandi Menang Di Kelompok Pengusaha (lensafakta.com)

Anggawira  menambhakan, bahwa PKE ke-16 tidak di rangkai lewat diskusi yang baik dengan para pelaku usaha, hingga kalangan pengusaha banyak yang memberikan keluhan .

“Sangat disayangkan implementasi dari berbagai kebijakan pemerintah sekarang masih jauh dari harapan. Selain itu, OSS [Online Single Submission] yang awalnya diharapkan sebagai pendorong investasi malah menjadi beban baru karena belum terintegrasi penuh antara pusat dan daerah,” tambahnya.

Dia jugamengatakan, bahwa saat ini yang harus di jalankan oleh pemerintah yakni dengan mendirikan industri. Yang mana industri RI di nilainya mulai muncul lagi sejak akhir 2017 lalu, hal tersbeut terlihat dari komposisi impor bahan baku yang kian meningkat, penggunaan otomotif yang bertambah dan kemudian berkembangnya jasa logistik.

“Seharusnya kita bisa manfaatkan momentum ini. Ditambah lagi, proyeksi ekonomi global dalam kurun tiga tahun ke depan akan turun. Jadi saat ini waktu yang tepat untuk membangun kembali industri kita mulai dari hulu sampai ke hilir, mulai dari padat karya sampai full automation,” pungkas Anggawira.