Jumat, 19 April 2019
EkonomiNasionalPilpres 2019

Tidak Jalan Tol, Prabowo-Sandi Akan Utamakan Bangun Infrastruktur Lain

Tidak Jalan Tol, Prabowo-Sandi Akan Utamakan Bangun Infrastruktur Lain (lensafakta.com)
101views

Jakarta – Pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno menetapkan untuk mengembangkan infrastruktur lain. Pemerintahan saat ini di gadang-gadang terus-menerus melakukan pembangunan infrastruktur jalan tol.

Salah satu kader Tim Infrastruktur Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara mengungkapkan, bahwa timnya akan lebihutama di dalam pendirian infrastruktur publik khususnya tata air, sampah, dan juga perumahan.

Dia menilai, bahwa pada saat ini masyarakat lebih memerlukan infrastruktur pengerjaan air, dibandingkan dengan jalan. Karena, banyak daerah yang pada saat ini sudah mengalami krisis air bersih. Hal itu di sampaikannya setelah diskusi publik yang mengangkat tema Tantangan Ekonomi dan Problematika Insfrastruktur Energi, Pangan dan Lingkungan Hidup yang dilakukan oleh Media Center Prabowo-Sandi di Kebayoran Baru, Jakarta, pada 6/2/2019.

“Kita akan memfokuskan pada infrastruktur publik, yaitu irigasi untuk air bersih. Di situ kita masih krisis, oh iya tadi saya juga lupa menyinggung perumahan,” ungkapnya Suhendra Ratu Prawiranegara.

Suhendra menuturkan, bahwa bila pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 02 Prabowo-Sandi terpilih pada Pilpres 2019, timnya akan fokus di pendirin infrastruktur untuk penampungan air baku, yakni seperti bendungan, waduk, dan embung agar menjamin ketersediaan air untuk para masyarakat.

Nah, air baku kita itu sudah langka. Kami patut apresiasi pemerintahan sekarang, yang membangun 60 waduk, untuk penyediaan air baku. Ke depan ini yang harus kita galakan,” tuturnya.

Tidak Jalan Tol, Prabowo-Sandi Akan Utamakan Bangun Infrastruktur Lain
Tidak Jalan Tol, Prabowo-Sandi Akan Utamakan Bangun Infrastruktur Lain (lensafakta.com)

Bukan hanya itu saja, untuk dapat mencukupi hak masyarakat terhadap air, paslon no urut 02 Prabowo-Sandi akan mengambil alih pengendalian air yang pada saat ini masih di manfaatkan oleh para pihak swasta yakni Palyja dan Aetra, dan kemudian memberikannya kepada pihak PDAM.

“Jadi nanti yang lebih berperan pengelolaan air adalah PDAM nanti, karena jika mengacu ke Undang-Undang No 7 tahun 2004. Artinya air tak boleh diberikan ke swasta, karena itu berkaitan dengan khalayak hidup orang banyak,” ujarnya.

Dia menambahkan, bahwa strategi pengelolaan air tersebut kemudian akan di sampaikan oleh calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto di debat kedua mendatang, untuk di lagakan dengan gagasan infrastruktur calon preisden kubu Petahana.

Lebih lanjut, Suhendra mengatakan, program pengolahan air ini nantinya akan diungkapkan oleh capres Prabowo Subianto pada debat kedua nanti, untuk diadu dengan gagasan infrastruktur Presiden Joko Widodo.

“Nanti saat di debat, ini akan diungkapkan,” tutupnya.