Senin, 17 Juni 2019
NasionalPilpres 2019Politik

Apa Alasan Aparat Keamanan Awasi Acara Yang Di Hadiri Para Tokoh Agama Di Sidogiri?

Apa Alasan Aparat Keamanan Awasi Acara Yang Di Hadiri Para Tokoh Agama Di Sidogiri?
59views

Pasuruan – Acara yang di lakukan di Kediaman KH. Abdullah Saukat Siradj, keluarga besar dan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, di Ngempit, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, pada 12/01/2019, yakni Istighotsah dan Sikap Politik Menghadapi Pilpres 2019 berjalan dengan khusyuk.

Acara tersebut di maksudkan untuk mendo’akan Pemilu yang akan berjalan sukses. Acara tersebut di hadiri oleh puluhan Habaib, Kiai, dan Masyayikh. Walau tidak di di datangi oleh capres maupun cawapres no urut 02, acara tersebut sempat terjadi larangan penghimpunan massa dan membangun panggung di tempat istighotsah oleh Polres Pasuruan Kota.

Tidak di ketahui apa alasannya. Dan juga semenjak pagi, ada 5 unit kendaraan polisi dan 1 truk mendatangi lokasi, untuk memantau kondisi. Polisi beragumen karena adanya keramaian. Aparat Polisi akhirnya memperbolehkan, dengan ketentuan tidak ada pengerahan massa dan juga panggung terbuka.

Tetapi walaupun begitu, Gus Towi, sebagai tuan rumah menyesalkan dengan adanya pelarangan tersebut. Namun, acara itu sebenarnya di hadiri oleh ribuan alumni santri Sidogiri.

“Sejak kemarin tak boleh ada panggung dan pengerahan massa,” ungkap Gus Towi.

Pendapat yang sama juga di katakan oleh Hasan Assegaf, yang mewakili para Habaib, mengharapkan agar para aparat kepolisian bekerja secara profesional. Sebab, acara istighotsah tersebut bukanlah kampanye.

”Panggung semestinya harus dipasang, tak diperbolehkan, halaman istighotsah tidak boleh ada massa. Harus dipakai buat parkir. Bagaimanapun kami tetap menghormati ketidakbolehan itu,” Kata Hasan.

Apa Alasan Aparat Keamanan Awasi Acara Yang Di Hadiri Para Tokoh Agama Di Sidogiri?
Apa Alasan Aparat Keamanan Awasi Acara Yang Di Hadiri Para Tokoh Agama Di Sidogiri?

Sikap yang terlihat dari aparat keamanan tersebut, bukan hanya menghimpun satu truk pasukan, tetapi juga 4 mobil patroli di parkir di pintu masuk acara tersebut. Selain itu, sejumlah perwira Shabara terus kesana kemari di lokasi tersebut. Walau sebelum acara itu di mulai, panitia dan keamanan sempat di imbau oleh para petugas. Terlihat juga pasukan intel dari kesatuan lain yang ikut mengawasi acara itu.

Gus Irfan Yusuf Hasyim, juru bicara Prabowo-Sandi hanya tersenyum ketika di tanya oleh wartawan, terkai dengan persoalan larangan dari kepolisian. Gus Irfan menilai, aparat keamanan tidak perlu cemas dengan acara tersebut.

“Anda lihat sendiri, acara berjalan sangat tertib dan lancar. Tidak ada ribut, bahkan tidak ada rebutan makanan. Penuh dengan doa untuk keselamatan bangsa dan negara. Ini sudah menjadi tradisi pesantren, mereka selalu menjunjung tinggi akhlaq,” ujar Gus Irfan.

Dengan demikian, para aparat kepolisian tidak harus cemas dengan acara itu, karena acara itu bukanlah acara kampanye. Hal tersebut membuktikan bahwa pemerintahan saat ini kurang adil dalam mengambil tindakan.