Selasa, 11 Desember 2018
NasionalOpiniPilpres 2019

PRABOWO: HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID

PRABOWO: HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID
26views

Prabowo melakukan Napak tilas Resolusi Jihad yang diserukan oleh KH. Hasyim Asy’ari untuk melawan penjajahan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Napak tilas tersebut mengingatkan kepada kita bahwa pendahulu kita baik itu ulama, santri maupun rakyat memiliki semangat juang dan keberanian yang sangat luar biasa.

Ulama dan Santri bersatu bersama rakyat melakukan perlawanan demi harga diri sebuah bangsa yang diancam oleh sekutu agar menyerah dan kembali dijajah.

Pekikan lantang “Allahu Akbar” menjawab ancaman sekutu. Para santri bersama ulama dan rakyat berjihad untuk menegakkan harga diri bangsa. Hidup mulia atau mati syahid!

Laskar santri dengan semangat berapi-api melakukan perlawanan terhadap penjajah yang ingin berkuasa kembali. Mereka bersatu padu dari seluruh penjuru daerah untuk mempertahankan kota Surabaya.

Hidup mulia atau mati syahid.

PRABOWO: HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID
PRABOWO: HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID

PRABOWO: HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID

Bagi Prabowo kata “Hidup mulia atau mati syahid” ternyata memiliki makna yang mendalam dan hingga kini menjadi salah satu prinsip hidup seorang Prabowo.

Prabowo bercerita dalam sebuah situasi, seorang sahabat Prabowo mengaku terpaksa mengkhianati perjuangan Prabowo karena dia diancam dengan permasalahan hukum yang diada-adakan oleh rival politik Prabowo.

Sahabat Prabowo tersebut paham bahwa dengan segala cara Prabowo akan dihadang untuk membenahi negeri ini. Dan dirinya termasuk target pembusukan agar Prabowo tidak memiliki kawan.

Namun sayang dirinya tidak sekuat Prabowo dalam menghadapi ancaman. Dirinya dipaksa melalui kondisi yang diciptakan agar berkhianat kepada Prabowo. Dan dia melakukannya , berkhianat!

Dan ternyata pengkhianatan yang dilakukannya tidak berbuah manis karena ternyata dirinya setelah berkhianat malah dibuang dan tidak terpakai oleh orang yang membuatnya berkhianat kepada Prabowo.

Rasa bersalah yang terus menghantui jiwa membuat sahabat Prabowo tersebut mengirim utusan yang juga seorang ulama kepada Prabowo. Sekedar untuk meminta maaf atas pengkhianatan yang dilakukannya.

“Sebagai seorang sahabat, beliau tetaplah sahabat saya dan saya tidak pernah merubahnya meski di khianati. Namun dalam hal perjuangan, Saya rasa itu sudah tidak bisa lagi.” Jawab Prabowo

PRABOWO: HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID
PRABOWO: HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID

Prabowo menegaskan dalam hidup harus ada keteguhan hati dalam berjuang. Prabowo menganggap bahwa hal tersebut bagian dari kemuliaan hidup dengan menjaga harga diri.

“Kita harus memiliki harga diri dan keteguhan dalam perjuangan. Toh pada akhirnya semua orang akan mati kenapa takut terhadap ancaman?. Mati dalam membela kebenaran adalah sebuah kemuliaan”. Tegas Prabowo

Sejenak ulama utusan tersebut terdiam dan kemudian menimpali. “Pak Prabowo, sebenarnya prinsip anda tersebut adalah salah satu dalam ajaran Islam yaitu Isy kariman aw mut syahidan yang artinya Hidup mulia atau mati syahid”.

Prabowo tertegun dan meminta sang ulama untuk mengucapkan kembali kata-kata tersebut dan kemudian mencatatnya. Prabowo terus menerus mengulang kalimat tersebut dan menjadikannya sebuah pegangan hidup meski sebenarnya hal tersebut sudah menjadi prinsipnya sejak dulu.

“Alhamdulillah, Saya sudah menjalankan ajaran Islam meski tanpa saya sadari. Tuhan memberikan ilmunya kepada saya hari ini melalui sebab yang begitu panjang dan berat”. Tutup Prabowo dengan tersenyum.

Hidup mulia atau mati syahid adalah sikap seorang kesatria yang menjunjung tinggi harga diri. Membutuhkan keteguhan hati dalam menghadapi segala ancaman dan seorang Prabowo mampu melewati semua itu.

Seorang yang memiliki prinsip seperti inilah yang dibutuhkan oleh bangsa ini untuk menyelesaikan carut marut keadaan negara yang semakin terjebak dalam jeratan hutang.

Agar kewibawaan bangsa kembali memancar karena dipimpin oleh seseorang yang capable dan reliable dalam hal menyelesaikan masalah bangsa.

Jika seseorang mampu menjaga kemuliaan dirinya maka dia akan mampu menjaga kemuliaan bangsanya. Dan Prabowo adalah pilihan tepat karena Prabowo menempatkan kemuliaan hidup bagian dari prinsipnya.

Namun Prabowo tidak bisa berjuang sendiri. Prabowo butuh kita para kesatria untuk membantunya dimulai dari memberikan kesadaran kondisi bangsa kepada rakyat juga mengamankan kotak suara agar tidak ada lagi kecurangan.

Ayo bergerak… terus bergerak!
Bergerak bersama Prabowo.