Rabu, 23 Oktober 2019
Kesehatan

Selain Stroke, 5 Penyakit Ini Juga Bisa Sebabkan Kelumpuhan Maka Waspadalah

199views

Jakarta – Kelumpuhan erat kaitannya dengan penyakit stroke, walaupun pada kenyataannya, penyebabnya bisa sungguh beragam. Mulai dari trauma sampai penyakit, ada sejumlah hal yang bisa menyebabkan masalah itu. Berikut ini dikenal sebagai sejumlah penyakit yang bisa menimbulkan kelumpuhan bagi seseorang yang terjangkiti.

1. Guillain-Barre syndrome (GBS)

Sindrom Guillain-Barre adalah kelainan yang membuat sistem kekebalan tubuh menyerang syaraf. Sindrom ini terbilang jarang dan cuma mempengaruhi 1-2 orang per 100.000, namun bisa menyerang siapapun tanpa memandang usia. Penyakit ini seringkali diikuti dengan infeksi ringan seperti infeksi paru-paru atau pencernaan.

Kerusakan pada bagian saraf ini bakal menyebabkan kesemutan, kelemahan otot dan kelumpuhan. Sindrom ini paling sering mempengaruhi syaraf penutup (myelin sheath) yang disebut demielinasi yang menyebabkan sinyal saraf untuk bergerak jadi lebih lambat. Sedangkan kerusakan pada saraf lain bisa membuat saraf berhenti bekerja sama sekali.

2. Bell’s Palsy

Bell’s Palsy adalah gangguan saraf yang memicu kelumpuhan otot muka. Gejalanya mirip dengan stroke, namun umumnya tak berbahaya. Gangguan ini dipicu oleh infeksi, dan banyak dikaitkan dengan paparan AC (Air Conditioner) yang terus menerus.

Selain Stroke, 5 Penyakit Ini Juga Bisa Sebabkan Kelumpuhan Maka Waspadalah

“Bedanya dengan stroke, ada kelumpuhan saraf wajah dan disertai dengan kelumpuhan tangan dan kaki di satu sisi. Bell’s palsy, hanya kelumpuhan otot muka saja,” jelas dr Frandy.

3. Mielitis Transversa

Transverse mielitis adalah peradangan pada tulang belakang yang menyerang lapisan mielin, yakni selaput yang menyelimuti serat sel saraf. Masalah kesehatan ini bisa menyebabkan cedera tulang belakang dan dapat disebabkan oleh infeksi yang tidak secara langsung mempengaruhi tulang belakang atau gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuh sendiri. Bisa juga merupakan sebagai suatu gejala gangguan mielin lainnya, seperti multiple sclerosis.

Gangguan penyampaian sinyal syaraf akibat transverse mielitis mampu menyebabkan rasa sakit, gangguan saraf, kelumpuhan otot, dan disfungsi usus atau kandung kemih. Pengobatannya bisa menggunankan obat anti radang, pengobatan untuk mengelola gejala dan terapi rehabilitasi.

4. Amyotrophic Lateral Sclerois

Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) adalah penyakit yang menyerang sistem motorik syaraf sehingga penyandangnya perlahan akan kehilangan kemampuan otot dan jadi lumpuh. Stephen Hawking merupakan salah satu contoh tokoh terkenal yang mengidapnya.

Selain Stroke, 5 Penyakit Ini Juga Bisa Sebabkan Kelumpuhan Maka Waspadalah

Data secara global, dikatakan oleh dr Sheila Agustini, SpS, dari Mayapada Hospitals beberapa waktu lalu, ALS memengaruhi sekitar 2 dari seratus ribu orang. Di Amerika prognosisnya lebih sering lagi sekitar lima ribu enam ratus per tahun atau lima belas kasus setiap hari. Penyebab ALS sampai saat ini masih belum diketahui dan belum ada obat yang bisa menyembuhkannya.

5. Fibriliasi Atrium

Walau fibrilasi atrium bukanlah yang paling fatal dari jenis aritmia, penyakit ini ternyata adalah kelainan yang paling sering dialami pasien dengan gangguan denyut jantung. Prevalensi yang ada dari total populasi di Indonesia sendiri mencapai sekitar satu persen atau kira-kira sebanyak dua koma enam juta penduduk.

Di samping tersebut, kelumpuhan bisa diakibatkan fA juga. Ini diakibatkan karena darah di dalam serambi tak mengalir dengan baik. Kuping jantung yang tak baik aliran darahnya akan membuat gumpalan darah yang bisa menyebar dalam tubuh.

“Gumpalan darahnya tidak cuma di situ, gumpalan darah yang lepas tersebut berenang bisa ke mana-mana, salah satunya ke otak. Kalau menyumbat otak? Terjadilah stroke. Risiko strokenya meningkat sampai 500 persen atau lima kali lebih tinggi,” jelas Ketua Indonesian Heart Rhythm Society Meeting (InaHRS), dr Dicky Armein Hanafy, SpJP (K) FIHA.