Sabtu, 21 September 2019
Teknologi

HAPIfork Bantu Perbaiki Pola Makan

123views

Saya tergolong orang yang percaya jika pola makan itu menentukan kesehatan. Ya jika istilahnya sih Eh enggak tepat deh, maksudnya kesehatan berasal dari makan yang bugar, Itu maksudnya.

Makan bugar bukan cuma apa yang kita makan, namun bagaimana langkah-langkah kita makan. Buat generasi yang pernah merasakan tegangnya ospek pastinya telah akan terbiasa dengan makan cepat. Bayangkan saja, untuk makan siang, cuma diberi waktu lima belas hitungan. Yang hitungannya ya suka-suka senior lah. Kadang 15 detik saja, kadang lama.

Ya makan tidak lambat pasti bisa merusak saluran pencernaan. Bayangkan begini, ketika pada persimpangan terjadi terlalu tidak sedikit kendaraan, maka apa yang terjadi? Ya macet!

Sama seperti saluran pencernaan kita, ketika makanan masuk terlalu tidak lambat dengan dikunyah seadanya, maka kerja lambung akan semakin berat. Berat sebab makanan yang tiba di lambung tak betul-betul dikunyah. Kerja lambung yang berat, butuh energi yang gede, makanya jangan bingung kalau habis makan kita mengantuk. lantaran energinya habis untuk memproses makanan.

Bukan cuma tersebut, makanan yang terlalu tidak lambat dan tidak sedikit diproses di saluran pencernaan mengakibatkan penyerapan makanan menjadi tak optimal karena enzim-enzim lambung tidak bekerja dengan baik. Penyerapan pankreas tidak optimal. Penyerapan di usus halus juga tak optimal. Akibatnya, kembung, sembelit atau justru jadi diare.

HAPIfork Bantu Perbaiki Pola Makan

Salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan mengatur pola makan. Masuk mulut secukupnya, kunyah sampai lembut, baru telan. Aku pernah dengan kunyah sampai tiga puluh dua kali. Saya pernah coba langkah-langkah ini, membosankan. Mungkin tersebut sebabnya mengapa tubuh aku gede. Dan terbukti pula sahabat aku yang kurus dengan pola makan tidak cepat, sampai sekarang badannya segitu-segitu aja.

Namun emang dasar kemajuan teknologi, ada saja cara teknologi untuk membetulkan pola makan ini. salah satunya dengan alat yang diberinama HAPIfork.

Ini dikenal sebagai alat makan yang berbentuk garpu yang mempunyai bluetooth. Alat ini kemudian bisa terhubung pada program di smartphone. Dan ketika kita menyuap makanan terlalu tidak lambat, garpu ini akan berwarna merah. Alat ini mengingatkan jika kita menyuap terlalu cepat Tunggu sampai menyala hijau baru menyuap lagi.

Teknologi bernama HAPIfork ini kayaknya solusi untuk mengatur pola makan. Namun tahukah anda yang beragama islam, jika Muhammad SAW telah memberikan adab untuk kita jadikan panutan dalam perihal santapan.

  1. Makan dalam posisi duduk tak bersandar.
  2. Makan menggunakan tangan dan hanya tiga jari yang mengambil makanan. tiga jari tersebut merupakan jempol, telunjuk dan jari tengah.
  3. Sebelum minum air ambil nafas terlebih dahulu. Dan sama seperti makan, dianjutkan juga duduk saat minum.