Senin, 17 Juni 2019
Budaya

Amanremu: Senjata Tradisional Asli Masyarakat Aceh Gayo

266views

Sebuah pedang  pendek  yang dikenal sebagai pedang  amanremu berasal dari Aceh Gayo di Sumatera. Ini adalah pedang  kontemporer (1940-an hingga 1960-an) yang  memiliki beberapa penggunaan.  berbentuk gagang bulat yang sedikit membungkuk. Amanremu, juga disebut Amanremoe, Amaremoe, Meremoe, Mermo, Semaremoe, Samaremoe atau Samaremu adalah pedang asli Sumatera, Indonesia. Amanremu memiliki bilah yang tajam dengan lengkungan  bulat di bagian atas. bilah memanjang dari ujung pegangan.

Pedang pendek yang berasal dari tanah Sumatra yang dikenal sebagai amanremu ini memiliki gagang dari tanduk yang dilapis suasa dengan tali-tali kawat suasa dan dengan kerah suasa. Suasa, juga dikenal sebagai tembaga suasa, merupakan jenis logam, yang terbuat dari paduan emas dan tembaga dengan rona kemerahan yang digunakan paling sering ditemui dalam logam dekoratif Sumut yang halus.   Sarungnya terbuat dari kayu gelap dengan enam belas pita perak palu, dan chape suasa dengan pita perak. Pisau bermata satu terbuat dari baja dan memiliki punggung lurus. Ini meluas ke titik miring. Gagang dipercaya meniru mulut buaya terbuka dan dikenal sebagai hulu babah buya (‘mulut buaya’). Pedang ini sangat dekoratif. Memiliki patina yang baik dan kondisinya mencerminkan usia dan penggunaannya. Ke-khasan dari senjata ini adalah  adanya tali-kawat pengikat, yang diterapkan di sana-sini dan pita perak yang diterapkan pada sarungnya bergeser seiring waktu. Penggunaan suasa dengan perak terhadap tanduk gelap dan kayu adalah kombinasi yang sangat menarik Pusat gravitasi pisau berada di ujungnya untuk meningkatkan kekuatan dari benturan. Ujung dibulatkan. Bilahnya tidak memiliki bubungan tengah atau lobang. Pegangan Ini terbuat dari kayu atau tanduk dan biasanya memiliki bentuk garpu di ujung pegangan. Ada berbagai jenis pegangan tergantung pada tempat pembuatan atau tujuan penggunaan. Sarung terbuat dari kayu, bekerja dari dua bagian. Kedua bagian tersebut kemudian dipegang bersama dengan tali rotan atau dengan lembaran tipis dari lembaran logam.

Pedang  Amanremu mulai dikenal sejak perang di wilayah Aceh, Gayo. Pedang   dalam bahasa Gayo adalah Dubang Gayo adalah sebuah senjata, yang digunakan untuk memotong Gading Bunta, adalah alat tradisional dari dataran tinggi tanah Gayo yang memiliki multifungsi. Ciri-ciri pedang gayo, pegangannya terbuat dari tunggul bambu yang dibentuk agar lebih kuat dan tidak mudah retak. bentuk parang ini kecil di pangkal, dan kemudian lebarnya datar, parang memiliki berat sekitar 1 kilogram dan panjangnya sekitar 50 cm. Menurut masyarakat setempat, parang ini terbuat dari besi terutama oleh pandai besi di Tanah Gayoh, bentuknya dirancang untuk menjadi lempengan, sesuai dengan karakter masyarakat Gayo, kemudian dirancang agar mudah digunakan untuk semua keperluan, seperti seperti memotong, menebas, berburu dan membantai permainan, pedang ini tidak mudah rusak, patah atau bengkok di mata pedang, selain itu pedang ini juga mudah tajam, walau pun diasah menggunakan tanah, dan bukan menggunakan batu asah.