Kamis, 15 November 2018
Budaya

Tradisi Suku Dayak dan Banjar Melelapkan Anak Dalam Ayunan, Bapukung

601views

Orang Dayak dan orang Banjar mempunyai norma dan tradisi yang terbilang cukup unik dalam menidurkan anak mereka, jika biasanya kita mengenal dan mengetahui bahwa seorang anak bayi ditidurkan dalam tempat eksklusif tempat bayi atau dalam ayunan, tradisi menidurkan anak pada orang dayak dan orang banjar ini juga anak tidur dalam ayunan, hanya saja yang berbeda dan membuatnya unik adalah posisi tidur sang anak dalam ayunan itu.

Banjar dan Dayak adalah dua suku asli dari kalimantan, jika kita yang pernah merasakan punya bayi terutama buat para ibu, terbayangkan betapa repotnya terutama saat anak baru berusia hitungan bulan, sehingga terkadangpun sudah tertidur saat sang Ibu memasak didapur anak tadi terbangun dan terisak, barabgkali merasa tak nyenyak tidurnya. Bagi suku asli kalimantan ini disulitkan oleh tetapi hal tersebut bukanlah suatu hal yang.

Tradisi Suku Dayak dan Banjar Melelapkan Anak Dalam Ayunan, Bapukung

Tradisi itu dinamakan ” Bapukung ” Apakah itu Bapukung ? mari kita simak pembahasannya berikut ini. Bapukung secara bahasa berasal dari kata ” pukung ” yang berarti mengatur posisi bayi dalam keadaan duduk dalam ayunan, bahu ditegakkan lalu diikat pada bagian leher dan kaki diluruskan.

Kalau kita melihat gambar diatas barangkali kita berfikir kejam banget tu orang tua kok bayi diikat”””, Apa nggak bahaya tu ? seperti diketahui masyarakat setempat tak merasakan adanya bahaya pada bayi, bahkan mereka menyebut : dengan posisi tidurnya seperti tersebut bayi mereka tertidur dengan lelapnya, sehingga pekerjaan rumah yang menumpuk bisa terselesaikan.

Bahkan masyarakat sekitar meyakini dengan tidur dalam posisi dipukung, bakal menguatkan punggung dan pinggang si bayi, tentunya dilakukan oleh mereka yang sudah pakar dalam memukung anak mereka.