Kamis, 15 November 2018
Budaya

Mengenal Ragam Golok Betawi

195views

Keragaman etnis membuat budaya di Indonesia menjadi sungguh kaya. Keragaman ini membuat Indonesia menjadi unik sekali dan menarik dimata dunia.

salah satu contoh keragaman adat-istiadat di Indonesia adalah, di setiap daerah atau suku di Indonesia masing-masing memiliki senjata khas tradisional.

Orang Betawi mempunyai senjata khasnya yaitu golok betawi. Golok bagi warga Betawi dahulu, biasanya digunakan jawara-jawara (pendekar) sebagai senjata untuk membela diri ataupun melawan penjajah. Di rumah fungsinya sebagai alat untuk bekerja di ladang, atau menyembelih hewan.

Mengenal Ragam Golok Betawi

Tapi pada saat sekarang ini, setelah Indonesia merdeka. Beberapa senjata tradisional itu digunakan hanya untuk keperluan sehari-hari, misalnya sebagai alat pertanian. Golok betawi juga dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa Barat dan Banten. Namun, secara fisik dan tampilan model antara golok jawa barat, banten dan betawi sudah pastinya berbeda. Inilah tiga jenis golok dalam tradisi betawi, yakni :

  • Golok gobag

Tembaga menjadi materi utama pembuatan golok gobag. Bentuk dari golok ini mencondong pendek. Golok gobak mempunyai bentuk ujung yang rata serta melengkung di bagian punggung golok.

Gagang pada golok ini tak memiliki ukiran. Materi dari gagang itu sendiri merupakan kayu rengas, orang Betawi menyebutnya dengan sebutan gagang jantuk.

  • Golok ujung turun

Golok ujung turun mempunyai ujung yang lancip. Biasanya golok ini menggunakan wafak (ukir) pada bilahnya serta terdapat ukiran hewan pada gagangnya.

Adapun gambar hewan yang diwafak digolok mencerminkan kepercayaan orang Betawi bakal hewan yang dianggapnya keramat. Hewan yang paling difavoritkan dikenal sebagai macan, misalnya ‘golok Mat Item’ yang juga berwafak gambar macan.

Golok jenis ini sering dibawa dan diselipkan disarung oleh para jawara betawi. Agar ketika dipakai bertarung beban golok menjadi lebih ringan, golok ini juga menggunakan tanduk,

  • Golok betok

Golok yang terakhir dikenal sebagai golok betok (atau badik-badik). Sama seperti golok gobak, golok ini menpunyai bentuk yang tidak panjang dan bisanya berfungsi sebagai senjata pusaka.

Golok jenis ini pun sering dibawa jawara-jawara bersama golok ujung turun. Orang betawi menganggapnya pisau serut untuk mengasah golok ujung turun.

Pembagian Kategori Golok Pada Masyarakat Betawi

Warga Betawi membagi Golok ke dalam dua kategori, yakni golok kerja (gablongan bendo atau golok dapur), yang biasa digunakan untuk keperluan rumah tangga.

Kedua golok simpenan (sorenan), ini dibedakan lagi menjadi dua yakni, ‘sorenan simpenan’ untuk memotong hewan dan ‘sorenan pinggang’ untuk bela diri.