Kamis, 15 November 2018
Budaya

Profil: Pusat Dokumentasi (arsip) Sastra H.B. Jassin

17views

Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) H.B. Jassin adalah tempat pendokumentasian arsip kesusastraan nasional Indonesia yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Pusat dokumentasi ini didirikan oleh H.B. Jassin pada tanggal 28 Juni 1976. Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin ini dimulai sebagai pusat dokumentasi pribadi H.B. Jassin, sang tokoh sastra yang dijuluki sebagai Paus Sastra Indonesia. Jassin menggeluti pendokumentasian sastra ini dengan dana dan tenaga yang serba terbatas sejak ia mengembangkan minatnya akan dunia sastra dan pustaka pada tahun 1930-an, ketika usianya belum lagi 30 tahun.

Selain dikenal sebagai kritikus sastra, HB Jassin selalu mendokumentasikan berbagai perihal mengenai sastra di Indonesia. Hobi tersebut sudah dijalankannya, sejak tahun 1933. Beliau mengumpulkan berbagai karya sastra, mulai dari berbagai naskah tulisan tangan asli para pengarang, guntingan pers tentang sastra, surat-menyurat para sastrawan, hingga foto asli para sastrawan dalam berbagai kegiatan sastra. Berbagai koleksi tersebut mampu membantunya ketika ia bertugas sebagai dosen di UI dan bekerja di lembaga bahasa dan budaya. Saat ini, tempat tersebut berubah nama menjdi Pusat Bahasa Dengan memiliki nama lengkap, Hans Bague Jassin, tepandang sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar di dalam wilayah kajian dunia kesusastraan Indonesia. Beliau dilahirkan di Kota Gorontalo 13 Juli 1917, dan memulai kariernya untuk menekuni dunia sastra ketika dipercaya menjadi redaktur di Badan Penerbitan Balai Pustaka. Koleksi PDS H.B. Jassin tergolong sangat lengkap dan banyak. Jumlah buku dan anskah sastra pada tempat tersebut mendekati angka 200 ribu judul. Data terakhir meliputi 21.300 judul buku fiksi, 17.700 nonfiksi, 475 judul buku referensi, 875 judul naskah/buku drama, 870 judul buku biografi, 130.534 judul kliping, 690 judul foto pengarang, 789 judul skripsi dan disertasi, 742 judul rekaman suara, serta 25 judul video kaset rekaman. PDS juga memiliki naskah asli tulisan tangan sastrawan lama seperti Chairil Anwar dan Amir Hamzah.

Jassin membangun tempat ini, karena memiliki tujuan mulia, bahwasannya, tempat tersebut sebagai sarana dan prasarana untuk meyadarkan masyarakat Indonesia akan kekayaan kebudayaan tulis menulis yang ada di Indonesia, PDS HB Jassin berupaya untuk terus menginventarisasi, mengolah, memelihara, sekaligus melestarikan berbagai dokumen kesusastraan Indonesia. Sehingga masyarakat mengetahui akan akar kebudayaan bangsanya, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Tempat Dokumentasi HB Jassin ini dibuka pada setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 08.30 sampai 15.30, PDS HB Jassin terbuka untuk siapa saja yang ingin berkunjung, baik perorangan maupun rombongan. PDS HB Jassin juga kerap menjadi tempat bagi mereka yang ingin mempelajari perkembangan sastra di Indonesia.

Akantetapi, saat ini, keistimewaan tempat tersebut hampir sirna. Tidak ada lagi ruang sejuk ber AC, yang dijadikan fasilitas bagi para pengunjung, untuk menikmati semua karaya anak bangsa, dari bidan seni dan sastra. Selain itu, tuangan itu menjadi berbau debu dan kurang sedap di pandang mata. Saat ini, tempat tersebut hanya mengandalkan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jakarta.