Kamis, 15 November 2018
Ekonomi

Garuda Food Akan Tempel Logo Wonderful Indonesia

26views

Industry lead, government supports! Itulah prinsip dasar Menpar Arief Yahya yang membuat pelaku industry baik yang bergerak di sektor pariwisata maupun non pariwisata merasa comfortable. Baik unsur private maupun institusi pemerintah.

“Pemerintah pasti akan bergerak di akses, seperti membangun infrastruktur dasar, seperti bandara, kereta api, pelabuhan, jalan, jembatan, terminal, listrik, air, dan telekomunikasi. Sedangkan swasta mengisi dengan amenitas, hotel, resort, convention, restoran, café, souvenir, dan segala hal yang bersifat business to business. Pemerintah tidak akan bergerak di bisnisnya, karena itu domain private sectors dan masyarakat,” jelas Menpar Arief Yahya.

Ini adalah format yang membuat area kerja dari pengembangan tujuan jelas dan masing-masing dapat bergerak sesuai dengan koridor. Ini juga yang membuat orang-orang bisnis dapat berkolaborasi, untuk bersama-sama mempromosikan sektor ini oleh Presiden Joko Widodo yang disebut sebagai inti ekonomi Indonesia di masa depan. “Saat ini, banyak industri yang mulai tertarik mengembangkan pariwisata,” kata Arief Yahya, yang juga mantan Presiden Direktur PT Telkom Indonesia.

Yang terbaru, adalah Garuda Food, perusahaan makanan dan minuman di bawah kelompok usaha Tudung (Tudung Group). Selain GarudaFood, Tudung Group juga menaungi SNS Group (PT Sinar Niaga Sejahtera, yang bergerak di bisnis distribusi dan logistik), PT Bumi Mekar Tani (BMT, fokus di bidang plantations), PT Nirmala Tirta Agung (NTA, bisnis air minum dalam kemasan bermerek Mayo), PT Dairyland Indonesia (DLI, memasarkan susu kemasan kaleng bermerek Prestine), dan Global Solusi Inti (GSI, bergerak di bidang pelayanan jasa pelatihan, seminar, event-organizer, dan konsultasi manajemen).

CEO Garuda Food, Hardianto Atmadja yang menghadiri upacara pembukaan Taman Rahasia Bali di Bedugul, Sabtu, 10 Desember 2016 lalu, telah bertemu Menteri Arief Yahya. Dia datang bersama Billy Hartono Salim, pemilik Bali Secret Garden Village, yang diproyeksikan menjadi salah satu tujuan wisata baru di Tabanan, Bali Utara. Sama dengan Billy yang merasakan dukungan promosi, PR-ing, yang saat ini Kemenpar sentuh di semua segmen, dari semua tujuan originasi dan wisata.

Oleh karena itu, Hardianto Atmadja bermaksud untuk mengkolaborasikan promosi produk-produk Garuda Food dengan branding Wonderful Indonesia (pasar luar negeri) dan Pesona Indonesia (pasar nusantara) dalam iklan produk-produknya. Apakah di TVC atau klip video, atau dalam kemasannya. “Tahun depan, kita akan merambah ke versi bahasa yang berbeda dari negara lain. Mempromosikan produk, yang asli Indonesia, serta mempopulerkan pariwisata dengan branding Wonderful Indonesia / Pesona Indonesia semakin global,” kata Hardianto Atmadja, CEO Garuda Food .

Produk Garuda Food sendiri cukup beragam, bukan hanya kacang-kacangan seperti Kacang Garuda, Kacang Atom Garuda, Kacang Kulit Rasa Garuda, Kacang Panggang Rosta Garuda, Pilus Garuda (Original, Pedas, Sapi Panggang, Rumput Laut dan Abon) Leo Snack, Leo O’ Corn, dan lainnya. Juga biskuit, coklat dan permen, seperti Gery Wafer Cream, Gery Crackers Beras, Gery Saluut dan Cokluut, Gery Special Pack.
“Tentu, kami menyambut baik jika perusahaan swasta sudah mau bergerak membangun brand bersama untuk mengembangkan pariwisata Indonesia. Silakan, ramaikan pariwisata di tanah air, untuk menggaet pasar dari mancanegara,” tutur Menpar Arief Yahya.

Saat ini, perusahaan swasta yang sudah mendukung branding Wonderful Indonesia adalah Sido Muncul yang dimiliki oleh pengusaha Irwan Hidayat, yang telah lama menggunakan tujuan wisata Indonesia untuk promosi produknya. Dari Danau Toba, Labuan Bajo, Ambon Maluku, Bromo, Bunaken, dan lain-lain. Juga membranding semua bus yang digunakan untuk membawa pulang bebas dari Jakarta, Surabaya dan kota-kota besar lainnya ke Jawa Tengah. Bus tersebut ditempelkan pada logo Pesona Indonesia.

Menteri Arief Yahya menyebutkan bahwa membangun pariwisata tidak bisa menjadi pejuang tunggal. Harus bersekongkol dari Akademisi (A), Bisnis (B), Komunitas (C), Pemerintah (G) dan Media (M). Ketika lima elemen yang ia sebut kolaborasi Pentahilix, ekosistem pariwisata akan cepat terbentuk, dan tujuan menjadi semakin ramai oleh wisatawan asing.